Mangkuranda5

Sebab kalau Mangkubumi terlalu berat

POLIGAMY LAGI

Hal kontroversial yg mungkin masih hangat dibicarakan di masyarakat terutama dikalangan kaum laki2, walaupun mungkin masih banyak hal tentang hidup yg harus diurus oleh kaum laki2.

Semalam Bah Imid, Bah Jubir, Bah I’rof dan beberapa tua kampung berkumpul sekedar nostalgia mengenai pengalaman2 masa lalu. Tiba2 datang Gan Nas yg baru pulang dari Subang sambil bawa oleh2, dengan wajah ceria tanpa dosa tiba2 mengutarakan ingin punya istri muda. Ceritanya di Subang Gan Nas bertemu janda muda istilah sundanya randa bengsrat, yg katanya seperti sudah jodoh saja. Gan Nas sebenarnya sudah punya istri yg cantik, baik, ramah, umurnya pun relatif masih segar sekitar 28 tahunan.

Tentu saja, niatannya itu untuk beberapa waktu jadi bahan lelucon para tua kampung, apalagi sudah lama gak ada bahan buat ngobrol senang2 seperti hal polygamy. Pro dan kontra kemudian menghiasi obrolan mereka, dari sekedar banyolan sampai yg serius. Yg lucu Gan Nas dengan wajah polos dan lugunya hanya bisa celingukan, gak ngerti…daku cuman tertawa dalam hati melihat ekspresi wajahnya itu. Salah satu jawaban dari Bah Imid yg cukup sederhana yaitu seperti anak sekolah harus lulus setelah belajar berbagai pelajarannya.

Daku sendiri kurang begitu paham sepenuhnya dalam hal poligamy ini, ditambah daku tak menguasai dalil2nya. Lalu kuajak pulang Gan Nas untuk mampir ke rumah, karena malam sudah larut. Di rumahku, ternyata Aam belum tidur lalu kuminta istriku membuatkan teh manis hangat untuk Gan Nas. Aam bertanya padaku “Pak tau gak poligamy itu apa?”…. kaget…. “Aam tau darimana poligamy?” …”Dari ummi.” jawaban polos Aam. Anak kecil kok nanya poligamy hehe lucu jg kayak Gan Nas, “Poligamy itu kayak Aam sekolah harus lulus dengan baik setelah Aam belajar macem2 pelajaran.” teringat salah satu jawaban tua kampung Bah Imid. Sesederhana itu, ya memang sederhana penjelasanku wong yg nanya anak kecil … hehe. Lagian ibunya gak kira2 ngomongin poligamy ma anak kecil … hehe. Gan Nas setelah mendengar jawaban sederhana itu tersenyum dan mengerti, wajahnya yg lucu itu jadi cerah sumringah lalu pamit pulang.

September 6, 2007 - Ditulis oleh the70no | Cerita, Jalan-Jalan, Memory, Tetangga, cinta, hidup, kehidupan | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar