Mangkuranda5

Sebab kalau Mangkubumi terlalu berat

Puisi Cinta Bebas Di Malam Sunyi

Desah nafas memburu megap pengap menebar bau hangat aroma tubuh

Menjelajahi daerah terlarang hutan rimbun yang gelap hitam pekat tak berbinar

Menuruni lembah mendaki gunung tegak menantang angin puting beliung meracau

Melepas lelah jiwa mengeras penat menatap biji mata membeliak tajam menyorot

Bisikan halus mencumbu menjepit menghimpit rapat dada terbuka telanjang

Menggelinjang meronta berkali-kali namun tak kudapat cerita cinta yang kucari

Merintih lirih rasakan pedih perih merayap darah mudaku yang bergejolak

Menembus lubang di bumi yang dalam melambung ke langit nikmat tertinggi

Lalu menyerah dalam kepayahan lipatan nafsu yang tiada rela mengalah menerkam

Menyemburkan panas membakar memeluk melumat bibir kotor dan tangan jahilku

Teriak jeritan merenggang nyawa tiada henti dalam kamar kosong berdebu

Di atas selembar kain tipis bidang sujudku yang sempit licin dan kecil

Mengusap air mata membasahi wajah rambut acak-acakan melemas perlahan

Fikiranku erat berbalik kadang di atas kadang di bawah berpeluh berkeringat

Bathinku bugil tanpa busana sungguh malu menghadap Mu

Bersatu berpadu bersama antara harap dan takut bercampur kental

Masih mungkinkah kuharap wangi syurga Mu

Masih mungkinkah kuharap syafaat Kekasih Mu

Masih mungkinkah kudapatkan rindu belaian sayang Mu

Iklan

September 11, 2007 - Posted by | Cerita, cinta, Ladang, Memory, Puisi

5 Komentar »

  1. euheuheuhu… memang jiwa cabul dunia ituh susah dibongkarnyah.. kalau tidak sehari tujuh belas kali ditelanjangi dan dicambuk dengan 102 kali kebesaran Allah mah… :mrgreen:

    @ musti dibongkar kenapah yach jiwa cabul susah lepas dari hati qt 🙄

    Komentar oleh sikabayan | September 14, 2007 | Balas

  2. […] yah ngisi waktu ngabuburit teh?… apah baca inih ajah gituh selebaran belog eheheh… ada berita cabul inih di bulan romadon… apah orang2 teh ngga pada bangun yah diguncang2 sama gempa teh?… […]

    @ cabul tapi kok masih banyak yg suka padahal syetan sudah di belenggu yach 😦

    Ping balik oleh Kabayan Cabul « Abdi Isin | September 14, 2007 | Balas

  3. Kang, iyeu mah tos gogoda manusia, ti jaman bareto, ayeuna mah kumaha urang na we , mun ngarti agama mah, ulah pipiluen, atuh. Ok nya kang. Hatur Nuhun.

    @ euh … sumuhun kang Didit, mun teu digoda mah jalmi moal ngemut nu mana nu leres nu mana nu lepat. Anu mana kedah di tumut anu mana kedah diradut… heheh. Sok lah berjuang dan berkorban tong jadi korban wae atuh.

    Komentar oleh Didit | November 15, 2007 | Balas

  4. jelek

    @ emang kang jelek abis daku bukan orang sastra…terima kasih atas penilaiannya n kunjungannya

    Komentar oleh the_tuem | April 18, 2008 | Balas

  5. […] atuh yah ngisi waktu ngabuburit teh?… apah baca inih ajah gituh selebaran belog eheheh… ada berita cabul inih di bulan romadon… apah orang2 teh ngga pada bangun yah diguncang2 sama gempa teh?… padahal […]

    Ping balik oleh Kabayan Cabul « Exsysmansa’s Blog | Maret 4, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: